Kemunculan Anak Harimau Sumatera Dekat Permukiman Pelalawan, BBKSDA Riau Lakukan Mitigasi
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim mitigasi menyusul kemunculan harimau Sumatera di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah konflik antara satwa liar dan manusia serta memastikan keselamatan warga sekitar.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyampaikan bahwa hasil identifikasi menunjukkan kemunculan harimau berada di perbatasan kawasan hutan yang merupakan habitat alami pergerakan satwa. Namun jaraknya hanya sekitar 200 hingga 300 meter dari permukiman warga, sehingga perlu penanganan serius dan cepat.
Tim di lapangan menemukan indikasi lebih dari satu individu harimau. Diduga satwa tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri dari seekor induk dan anak harimau berusia sekitar 4 hingga 5 bulan. Pada usia tersebut, anak harimau masih sangat bergantung pada induknya dan rentan terhadap gangguan.
Tim gabungan dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pihak PBPH, serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan intensif. Warga diimbau tetap waspada, menjaga ternak agar tidak dilepas liar, serta tidak menyebarkan video penampakan harimau untuk menghindari kepanikan dan informasi hoaks.
Keyword : harimau Sumatera Riau, BBKSDA Riau, konflik satwa liar, harimau Pelalawan, berita lingkungan Riau, konservasi satwa langka