Showcase MKWK UMRI Dorong Literasi Anti Radikalisme di Era Digital
Pekanbaru – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperkuat komitmennya dalam membangun kesadaran kebangsaan dan sosial mahasiswa melalui pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK). Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Showcase MKWK berbasis literasi anti radikalisme yang menjadi ruang refleksi sekaligus ajang presentasi hasil pembelajaran mahasiswa dari berbagai program studi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UMRI, Assoc Prof Dr Wirdati Irma, S.Pd, M.Si. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Akademik UMRI Dr Jupendri, S.Sos M.I.Kom., Koordinator MKWK UMRI Ilham Huda, S.Pd M.Pd., para dosen pengampu MKWK, serta mahasiswa di lingkungan UMRI.
Pembelajaran MKWK Harus Relevan dengan Tantangan Zaman
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMRI menegaskan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak boleh terlepas dari dinamika dan tantangan zaman. Menurutnya, radikalisme saat ini tidak hanya berkembang di ruang sosial konvensional, tetapi juga menyebar secara masif di ruang digital.
“Pembelajaran tidak cukup hanya berlangsung di dalam kelas. Radikalisme telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat dan menjadi ancaman nyata, terutama melalui media digital,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan literasi anti radikalisme melalui MKWK merupakan langkah strategis untuk membekali dosen dan mahasiswa agar mampu mengantisipasi persoalan sosial sejak dini. Upaya ini sejalan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin yang menjadi landasan utama gerakan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.
Ancaman Negara Bergeser ke Ruang Digital
Sementara itu, narasumber kegiatan, Assoc Prof Dr Rendi Prayuda, S.IP M.Si., Wakil Direktur Bidang Akademik, Inovasi, Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Program Pascasarjana Universitas Islam Riau, menjelaskan bahwa bentuk ancaman terhadap negara saat ini telah mengalami pergeseran yang signifikan.
“Merusak negara tidak selalu harus menggunakan senjata. Cukup dengan merusak cara berpikir masyarakat, maka negara bisa dilemahkan dari dalam,” ungkapnya.
Ia menilai, transformasi isu keamanan dari pendekatan tradisional menuju isu global membuat manusia kini hidup di dua ruang sekaligus, yakni ruang nyata dan ruang digital. Kondisi ini membuka peluang masuknya radikalisasi melalui pendekatan sosial dan budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Komitmen UMRI Perkuat Ideologi Kebangsaan
Melalui pelaksanaan showcase ini, UMRI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran MKWK yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta berorientasi pada penguatan ideologi kebangsaan. MKWK berbasis proyek literasi anti radikalisme diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang kritis, moderat, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa UMRI tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan ketahanan ideologi generasi muda di tengah tantangan global dan digitalisasi.